Napro.id, Tangerang – Jika Anda benar-benar serius ingin menyelamatkan nilai uang Anda, maka Anda harus mau belajar soal investasi, baik dari Internet (Google, situs, forum dan sebagainya), maupun mengikuti seminar-seminar yang diadakan oleh para perencana keuangan. Administrasi saat ini pun sudah tidak rumit.  Banyak orang beranggapan bahwa investasi membutuhkan uang yang banyak, kenyatannya tidak. 

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk menginvestasikan uang dengan baik :

1. Mencari perusahaan investasi yang terpercaya. Hal ini sangat penting agar inverstasi kita dapat berjalan
2. Mempelajari profil perusahaan investasi yang telah dipilih, seperti pengalaman perusahaan, pemegang sahamnya, dan sudah berapakah total asetnya sampai sekarang ini.
3. Mempelajari produk-produk unggulan pada perusahaan investasi yang kita pilih, apakah dapat bersaing dengan perusahaan investasi lain? Ini semua menyangkut dengan keuntungna yang bias kita dapatkan
4. Merencanakan nilai investasi yang diinginkan. Menentukan berapa jumlah yang akan diinvestasikan. Harus sesuai dengan penghasilan yang kita dapatkan
5. Menentukan jangka investasi yang diinginkan. investasi jangka pendek, menengah atau Panjang. 

Untuk Investasi jangka panjang, biasanya untuk mempersiapkan dana pension, dana pendidikan untuk anak kecil, ataupun data untuk ibadah umroh dan naik haji.



Jadi, untuk mendapatkan keuntungan dalam berinvestasi uang, ini hal yang harus di perhatikan :

1. Investasikan uang Anda ke perusahaan investasi yang kinerjanya rata-rata 30% per tahun. 
2. Jika menabung di bank, hasilnya akan kecil. Itu karena inflasi mencapai 11%, sedangkan bunga yang ada di deposito hanya sekitar 6%. Maka itu perhatikan nilai inflasi yang sedang terjadi.
3. Lebih baik berinvestasi dengan jangka panjang, yang nilai average kinerjanya lebih tinggi dan stabil dari nilai investasi. Jika jangka pendek, nilai kinejanya bias naik turun tidak menentu.
4. Jangan berkeinginan untuk menarik uang kita sewaktu-waktu. Jika diendapkan semakin lama, maka nilai uang semakin tinggi. Jadi lebih baik menyiapkan kondisi keuangan yang baik dengan jangka panjang. 
Solusi dari Investasi yaitu berinvestasi di berbagai sarana investasi. Ini disebut dengan portofolio investasi.

Tujuannya mengurangi kerugian investasi yang mungkin timbul dari suatu sarana investasi dengan menutupnya menggunakan keuntungan yang diperoleh dari sarana investasi yang lain. Misalnya berinvestasi pada reksadana dan tabungan. Jika keduanya memberikan keuntungan, maka investor pun tidak akan menderita kerugian.  Tetapi jika salah satunya mengalami kerugian. 
Dengan portofolio ini, maka salah satu investasi dapat dikurangi oleh keuntungan dari investasi lain. 

1. Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi atau nabung properti umumnya adalah "Apakah uang saya akan hilang?" Kebanyakan orang mungkin menjawab "tidak" kalau ditanya seperti itu. Karena tidak ada orang yang mau kehilangan uangnya. Akan tetapi, setiap investasi pasti ada resikonya. Perbedaannya hanya pada ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil. Sekarang jika Anda berinvestasi, kita harus mempertimbangkan seberapa besar penurunan nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 20 persen? 50 persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah bahwa itu adalah bagian dari berinvestasi.

Jangan pernah mengharapkan Anda akan terus-menerus untung. Yang disebut dengan kerugian, sesekali memang harus kita alami. Karena dengan adanya kerugian, itu adalah pengalaman yang membuat kita jadi lebih banyak belajar dalam berinvestasi.

2. Sulitnya Produk Investasi itu Dijual:  Resiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu mudah untuk dijual/diuangkan kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali.

Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau menerima atau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang secara fisik robek, rusak atau kumal.