Napro.id, Tangerang - Pasar properti telah banyak mencetak banyak investor yang sukses dengan profit yang begitu besar. Tidak heran jika saat ini sebagian orang lebih tertarik untuk mengalihkan investasinya ke sektor properti. Namun, seperti jenis investasi pada umumnya, sebelum memulai ada baiknya jika kita mengetahui seluk beluk properti agar dapat meraih keuntungan besar dengan modal murah khususnya untuk para pemula. 

Keuntungan yang Anda capai juga tidak hanya sebatas ratusan ribu namun bisa mencapai jutaan rupiah hanya dengan satu unit properti yang dimiliki. Penasaran trik apa saja yang harus dicoba ketika mulai mencoba bisnis yang satu ini? Simak penjelasan salah satu media yang dapat anda coba untuk melakukan investasi murah mulai dari 500 ribu untuk pemula. 
Platform Crowdfunding (Napro.id)

Untuk memulai berinvestasi properti, Anda bisa mencoba untuk join pada Napro.id sebagai platform Crowdfunding dimana kalian dapat berinvestasi properti murah hanya dengan modal awal mulai dari 500 ribu saja. Napro.id ini merupakan platform crowdfunding yang sangat tepat bagi para pemula yang ingin memulai investasi tanpa mengeluarkan modal yang besar. Karena melalui Napro.id Anda sudah dapat memiliki Unit dengan mudah dan murah.

Untuk berinvestasi rame-rame bersama rekan, Napro.id bisa menjadi solusinya, karena disini semua investor bisa 'patungan' dalam investasi properti dengan hanya bermodalkan uang Rp 500 ribu. Total keuntungan minimal 12% hingga 30% pertahun, karena Napro.id memiliki fitur rental guarantee. Berbicara tentang developer, Napro.id juga bekerja sama dengan developer BUMN yang menjamin hunian pasti dibangun.

Selain dengan bergabung Bersama Napro.id dalam berinvestasi properti, Anda juga jangan sampai lupakan beberapa faktor pendukung lainnya berikut ini agar investasi properti semakin sukses.


1. Perhatikan suku bunga 
Biaya meminjam uang mungkin terlihat sangat ringan saat ini, namun angka suku bunga ketika hendak mengajukan KPR bisa lebih tinggi lagi. Pastikan Anda menekan cicilan perbulan dengan mencari bank yang menawarkan suku bunga paling rendah.

2. Hitung Keuntungan Anda (Margin)
Untuk perusahaan sebesar Wall Street, mereka selalu menargetkan keuntungan (balik modal) sekitar 5 sampai 7 persen karena mereka juga harus membayar gaji karyawan. Sementara untuk individu, mereka harus memasang target keuntungan setidaknya 10 persen. Sisihkan biaya sekitar 1 persen untuk biaya perawatan setiap tahunnya. Ada juga pengeluaran lain seperti asuransi dan pajak properti yang harus Anda persiapkan budgetnya.

3. Hitung biaya operasi
Hal ini kerap luput dari perhatian para investor properti. Untuk menghindari kerugian, pastikan Anda menghitung dengan rinci biaya operasional yang dibutuhkan setiap unitnya. Mulai dari perbaikan, biaya pajak dan lain-lain.

4. Temukan lokasi yang tepat
Ketika membidik lokasi untuk berinvestasi, pastikan Anda mencari area yang biaya pajaknya rendah. Selain itu faktor lain seperti dekat sekolah, perbelanjaan, taman dan restoran juga patut diperhatikan. Lingkungan yang rendah kriminalitas dan bersahabat juga menjadi pertimbangan selanjutnya.

Pilihlah daerah “Sunrise Properti”Sunrise Properti adalah properti yang berada di kawasan yang akan bersinar atau berkembang dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. Harga properti di kawasan ini akan terus naik seiring dengan berkembangnya daerah tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh pembangunan fasilitas-fasilitas umum, terutama infrastruktur seperti jalan utama, jalan tol, dan lainnya. Investasi properti tidak seperti saham atau dana yang dikelola. Anda tidak bisa hanya menjual sebagian dari properti yang diinvestasikan. Anda juga dapat mempertimbangkan bekerjasama dengan mitra (partner) berpengalaman di sektor properti untuk membantu memulai bisnis investasi properti Anda.

5. Memilih Kategori Low-end
Bagi Anda yang baru saja memulai bisnis investasi properti dengan modal terbatas, tidak ada salahnya memilih kategori properti yang masih low-end. Artinya, jika ingin menginvestasikan rumah, Anda bisa memilih rumah dengan spesifikasi sederhana terlebih dahulu. Tujuannya, tentu saja agar sesuai dengan besaran modal. Dalam prinsip ini yang diutamakan adalah untuk menambah aset terlebih dulu. Ketika aset sudah berkembang, Anda bisa menambahkan modal dari keuntungan yang sudah didapat untuk mengembangkan bisnis properti lain.

6. Cermati Peta Perencanaan Wilayah
Setelah Anda mantap untuk berinvestasi dalam industri properti, kini saatnya Anda melihat keluar untuk menentukan lokasi yang tepat. Sebaiknya Anda mencari informasi tentang perencanaan wilayah tersebut. Misalnya, daerah A akan dijadikan sebagai wilayah industri. Ini berarti Anda dapat memanfaatkan daerah tersebut untuk berinvestasi karena dapat dipastikan harganya akan cepat melambung.

7. Anda mengetahui pasar
Sebaiknya, Anda telah mengetahui dari awal sasaran pasar yang ingin dituju dalam investasi properti tersebut. Apakah Anda membeli sebuah properti untuk para eksekutif, golongan menengah ke atas, atau menengah ke bawah, dll.
Membeli properti kemudian direnovasi untuk dijual kembali kepada keluarga ataupun membeli properti untuk disewakan dalam jangka pendek, misalkan liburan. Selalu pikirkan terlebih dahulu tentang pasar Anda sebelum melakukan pembelian. Tahu apa yang dicari dari properti dan pastikan Anda mengetahui apa yang akan ditawarkan kepada calon konsumen.

8. Tentukan dengan baik anggaran investasi properti Anda
Dengan menetapkan sendiri anggaran yang realistis akan memungkinkan Anda untuk membeli apa yang Anda cari dan keuntungan dari pembelian yang baik melalui capital gain atau hasil sewa.

9.  Biaya Masuk
Anda harus menyiapkan segala biaya masuk dalam investasi properti seperti biaya penelitian, biaya pengurusan surat-surat dan semua biaya yang akan dikenakan saat membeli properti. Setiap wilayah / daerah tentu memiliki biaya yang berbeda-beda. Anda harus meriset terlebih dahulu di tempat / wilayah Anda akan berinvestasi sebelum melakukan pembelian. Ini dilakukan agar Anda tidak terjebak dengan biaya-biaya “siluman” yang tak diinginkan sehingga akan mengurangi potensi keuntungan yang akan dihasilkan.

10.  Ketahui segala potensi untuk pertumbuhan modal
Cari tahu segala faktor yang mengarah kepada potensi profit dalam investasi properti Anda. Misalkan indikator ekonomi sebuah daerah sangat menentukan tren properti akan turun atau naik. Jika tren sedang naik, maka permintaan pun akan bertambah, dan Anda bisa menjual / menyewakan properti tersebut dengan lebih baik. Pikirkan tentang apa yang ingin dicapai dari investasi properti dan kemudian teliti / cari tahu apakah harapan tersebut realistis atau tidak.

11.  Mengetahui segala biaya keluar
Anda harus mengetahui seberapa besar pajak yang akan dikenakan dari capital gain saat menjual properti tersebut. Apakah justru akan menguntungkan atau malah profitless.

12.  Berapa besar profit margin yang dicapai
Apakah tingkat pertumbuhan modal yang dicapai benar-benar realistis sehingga investasi properti Anda memang berkembang? Berapa banyak pendapatan dari sewa yang bisa dihasilkan? Bekerjalah dengan fakta-fakta tersebut dan cek kembali anggaran awal yang telah ditentukan, apakah menghasilkan margin keuntungan atau tidak. Setiap saat, Anda harus menjaga gambar yang lebih besar dalam pikiran untuk memastikan bahwa investasi properti Anda memiliki potensi yang baik dalam hal keuntungan.

13. Pikirkan jangka panjang
Kecuali jika Anda membeli properti memang berniat untuk dijual kembali dalam tempo cepat, maka Anda harus melihat investasi properti sebagai investasi jangka panjang. Properti merupakan aset yang lambat likuiditasnya. Kas tidak mudah dengan cepat dihasilkan dalam investasi properti. Ambil pendekatan jangka panjang untuk portofolio properti Anda dan berikan waktu bagi aset ini untuk meningkatkan nilai sebelum menghasilkan uang dari keuntungan.